Selasa, 08 Desember 2015

Berbagai cerita masyarakat tentang batu akik

Namanya Pak Alidari Kampung MelayuMinggu berikutnya ba'da Jum'at
ketika itu hujan sangatderas mengguyur Jakarta. Sehingga kami berdiri
dipinggir-pinggir masjid untuk berteduh dan menunggu hujan reda. Saya
berdiri melihat jatuhnya hujan yang cipratannya sesekali menghantam
ujung celana saya sehingga mulai basah. Kemudian ada seseorang menyapa
saya, "Didalam aja den. Makin deres ujannya." Dan saya jawab, "Iya
pak. Enak liat ujan."Ketika saya menoleh yang menyapa tersebut
ternyata beliau adalah si penjual batu akik itu.Akhirnya kami naik
kembali keatas dan ngobrol-ngobrol sambil menunggu hujan reda.Dari
perkenalannya dikatakannamanya Pak Ali, orang banten yang sudah dari
tahun'60an tinggal di Jakarta. Beliau tinggal didaerah kampung melayu,
sudah ada 6 orang cucu. Umurnya menurut pengakuannya sudah 60 tahun.
Tadinya kuli angkut di stasiun Jakarta Kota, tapi karena sudah
umursudah 10 tahun menjadi penjual batu akik di masjid atau di stasiun
kota.Sampai akhirnya pembicaraan masuk ke batu akik, terlihat Pak Ali
sangat antusias menjelaskan soal batu-batu. Dikatakan setiap batu
secara alami memiliki manfaat yang unik. Umpama batu kecubung memang
untuk pengasihan.Tanpa diminta akhirnya pak Ali menjelaskan ilmu untuk
mengetes batu akik yang sangat unik itu tanpa diminta.Dikatakan,
ilmunya tersebut didapat secara turun temurun. Jadi batu-batu
akik,peralatan dan sebagainya termasuk ilmudidapat dari ayahnya pada
tahun '80 an. Ayahnya yang orang banten dan ibunya yang masih
keturunan arab meninggal pada tahun '86 karena kecelakaan kereta. Jadi
sejak orangtuanya meninggal akhirnya Pak Ali memutuskanuntuk
melanjutkan warisan orangtuanya tersebut.3Aji Gus YulinanNama ilmunya
Aji Gus Yulinan. Karena setiap hendak mengetes harus berteriak Gus
Yulinan !!Setelah itu baru batu bisa berputar atau tidak berputar sama
sekali diarea yang dimaksud.Dikatakan pak Ali, ayahnya tidak
menceritakan ilmu tersebut dari mana kapan dapatnya, atau merupakan
keturunan juga dari kakeknya. Hanya ketika itu oleh ayahnya disuruh
mengerjakan lelakunya saja tanpa keterangan apa-apa.Jadi informasi
mengenai ilmuini, asalnya darimana, dan yang lainnya betul-betul
gelap. Hanya diceritakan ayahnya orang banten dari daerah Lebak. Yang
memang sehari-harinya jualan batu sepertimana pak Ali
sekarang.4Kontrakan rumah mau habisSetelah ngobrol ngalur
ngidulakhirnya saya bilang tertarik untuk belajar kalau boleh.
Kemudian dia bilang ini itu yang intinya enggan-lah. Akhirnya berbagai
jurus dicoba, ketika saya bilang saya konsultan IT di AngkatanDarat
akhirnya dia luluh juga.Dikatakan sebetulnya dia butuh buat bayar
kontrakan yang minggu ini akan habis dan harus dibayar. Saya
tanyajumlahnya, dan dijawab 1,5 juta. Relatif murah."Begini pak, saya
ikhlas bantubapak sekarang 1,5 juta, tapi tolong saya dibimbing agar
bisa menguasai ilmu yang bapak miliki tersebut. Dan bila akhirnya saya
menguasai tentunya ada terima kasih atas keikhlasan bapak tersebut."
Demikian closing dari saya.Akhirnya kami ke ATM terdekat, dan saya
berikan dengan ikhlas, yang bahkan saya tidak tanyakan alamatnya
ketika itu. Dijanjikan minggu depan ketemu lagi di Masjid
Istiqlal.5Loh, malah tidaknongol !!!Minggu depannya hujan kembali
mengguyur Jakarta dengan sangat deras. Saya mencari-cari pak Ali
keliling masjid, bahkan tanya ke-penjual lain yang biasa mangkal
disana. Tapi pak Ali ternyata tidak muncul dan dikatakan tidak datang
hari ini.Agak sedikit was-was juga, hehehe.. tapi saya kesampingkan
pikiran buruk, pikiran saya waktu itu, ya sudahlah saya ikhlaskan kan
memang niatnya menolong. Dan saya berharap minggu depannya kami ada
kesempatan berjodoh untuk ketemu.Bulan tersebut, Januari memang hujan
di-Jakarta seperti gila, tidak berhenti bahkan bisa 3 hari hujan terus
menerus. Sampai saking penasaran saya bertanya-tanya apa ada yang tahu
alamat rumahnya pak Ali, atau sekitar mana. Tapi nihil, tidak ada yang
tahu.Ya sudahlah. Minggu depan

https://www.paranormal.or.id/2015/12/02/test-batu-akik-dengan-aji-gus-yulinan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Why Gold has Remained so Important for Over 6000 Years, Science Edition

Good as Gold, The Gold Standard, Go for Gold, Heart of Gold, Worth its Weight in Gold, Information Gold Mine... The list goes on and on....