Rudiantara Fasilitasi MediaSosial dan Pesan Instan Dalam NegeriSenin,
07 Desember 2015 | 05:04 WIBEre.netTEMPO.CO,Jakarta- Menteri
Komunikasi dan Informatika Rudiantara ingin Indonesia mempunyai
perangkat lunak media sosial atauinstant messagingbuatan dalam negeri.
Karenanya, Rudiantara sedang mendorong pembuatannya. "Kami sedang
mencoba berkomunikasi dengan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi
Seluruh Indonesia (ATSI). Saat ini ATSI sedang menyiapkan kriterianya
dan mereka sudahsorting," kata Rudiantara di gedung Kementerian
Komunikasi dan Informatika, Ahad, 6 Desember 2015.Rencananya, ujar
Menteri Rudiantara, ATSI akan mengumumkannya pada akhir tahun ini,
pihak mana saja yang akan dibantu oleh operator. Kemungkinan, tutur
Rudiantara, padabatchpertama ada lima operator.Operator ini akan
membuat media sosial atauinstant messagingsendiri. "Mungkin kalau
mereka, misalkan, sudah punya dua juta pengguna akun, nanti akan
diganti dengan media lain," kata Rudiantara.Rudiantara
menyebutkaninstantmessagingdi dunia ini jumlahnya tidak lebih dari
sepuluh jenis aplikasi yang dikenal masyarakat. Sebut saja untuk media
sosial sudah ada Facebook,Twitter, Path, dan sebagainya. Sedangkan
untukinstant messagingsudah ada Whatsapp, Line,Wechat, dan lainnya.
Meskipun begitu, Rudiantara tetap optimistisIndonesia bisa
berkontribusi dalam persaingan teknologi mediasosial daninstant
messagingtersebut."Kami sadar bahwa pemanfaataninstant messagingdi
Indonesia masih bergantung pada negara lain dalam konteks komunikasi.
Sebagai Menkominfo, dalam fungsi yang lain dalam pemanfaatannya bisa
menggunakan buatan nasional, meskipun jumlahnya nanti tidak banyak,"
tutur Rudiantara. LARISSA HUDA
tempo.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar