Kamis, 10 Desember 2015

Hati

HatiUntuk kegunaan lain dari Hati, lihatHati (disambiguasi).HatiHati
manusiaGambar organ dalam manusia, hati (bahasa Inggris:liver)
terletakdi tengah.Latinjecur, iecerGray'ssubject #250 1188Sarafceliac
ganglia,vagus[1]MeSHLiverHati(bahasa Yunani:ἡπαρ, hēpar)
merupakankelenjarterbesar di dalamtubuh, terletak dalam
ronggaperutsebelah kanan, tepatnya di bawahdiafragma. Berdasarkan
fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini
dikarenakan hati membantu fungsiginjaldengan cara memecah beberapa
senyawa yang bersifatracundan menghasilkanamonia,urea, danasam
uratdengan memanfaatkannitrogendariasam amino. Proses pemecahan
senyawaracun oleh hati disebut prosesdetoksifikasi.Lobushati terbentuk
darisel parenkimaldansel non-parenkimal.[2]Sel parenkimal pada hati
disebuthepatosit, menempati sekitar 80%volumehati dan melakukan
berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus
sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi
olehjaringanmesenkimal secara terus-menerus pada saatembriohingga
berkembang menjadi sel parenkimal.[3]Selama masa tersebut, terjadi
peningkatantranskripsimRNAalbuminsebagai stimulan proliferasi dan
diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.[4]Lumen lobus terbentuk
dariSECdanditempati oleh 3 jenis sel lain, sepertisel Kupffer,sel
Ito,limfositintrahepatik sepertisel pit. Sel non-parenkimal menempati
sekitar6,5% volume hati dan memproduksi berbagai substansi yang
mengendalikan banyak fungsi hepatosit.Filtrasi merupakan salah satu
fungsilumen lobus sinusoidal yang memisahkan permukaan hepatosit
daridarah,SECmemiliki kapasitasendositosisyang sangat besar dengan
berbagailigansepertiglikoprotein,kompleks
imun,transferindanseruloplasmin. SEC juga berfungsi sebagai sel
presenterantigenyang menyediakanekspresiMHC Idan MHC II bagisel
T.Sekresiyang terjadi meliputi
berbagaisitokina,eikosanoidsepertiprostanoiddanleukotriena,endotelin-1,nitrogen
monoksidadan beberapa komponen ECM.Sel Itoberada pada jaringan
perisinusoidal, merupakan sel dengan banyakvesikellemakdi
dalamsitoplasmayang mengikat SEC sangat kuat hingga memberikanlapisan
ganda pada lumen lobus sinusoidal. Saat hati berada pada kondisi
normal, sel Ito menyimpanvitamin Aguna mengendalikan kelenturan
matriks ekstraselular yang dibentuk dengan SEC, yang juga merupakan
kelenturan dari lumen sinusoid.Sel Kupfferberada pada jaringan
intrasinusoidal, merupakanmakrofagadengan
kemampuanendositikdanfagositikyang mencengangkan. Sel Kupffer
sehari-hari berinteraksi dengan material yang berasalsaluran
pencernaanyang mengandunglarutanbakterial,dan mencegah aktivasi efek
toksin senyawa tersebut ke dalam hati. Paparan larutan bakterial yang
tinggi, terutama paparanLPS, membuat sel Kupffer
melakukansekresiberbagaisitokinayang memicu prosesperadangandan dapat
mengakibatkan cedera pada hati. Sekresi antara lain meliputispesi
oksigen reaktif,eikosanoid,nitrogen monoksida,karbon
monoksida,TNF-α,IL-10, sebagai responkekebalan turunandalam
faseinfeksiprimer.Sel pitmerupakanlimfositdengangranulabesar,
sepertisel NKyang bermukim di hati. Sel pit dapat menginduksi kematian
seketika padasel tumortanpa bergantung padaekspresiantigenpadakompleks
histokompatibilitas utama. Aktivitas sel pit dapat ditingkatkan dengan
stimulasiinterferon-γ.Selain itu, pada hati masih terdapatsel T-γδ,
sel T-αβ dansel NKT.Sel puncaSelain hepatosit dan sel non-parenkimal,
pada hati masih terdapat jenis sel lain yaitu sel intra-hepatik yang
sering disebutsel oval,[5]danhepatosit duktular.[6]Regenerasi hati
setelahhepatektomiparsial, umumnya tidak melibatkansel
progenitorintra-hepatik dansel puncaekstra-hepatik (hemopoietik), dan
bergantung hanya kepada proliferasi hepatosit. Namun dalamkondisi saat
proliferasi hepatosit terhambat atau tertunda, sel oval yang berada di
area periportal akanmengalami proliferasi dan diferensiasi menjadi
hepatosit dewasa.[5][7]Sel oval merupakan bentuk diferensiasi dari sel
progenitor yang berada pada area portal dan periportal, ataukanal
Hering,[8]dan hanya ditemukan saat hati mengalamicedera.[9]Proliferasi
yang terjadi pada sel oval akan membentuk saluran ekskresi yang
menghubungkan areaparenkimatempat terjadinya kerusakan hati
dengansaluran empedu.Epimorfin, sebuahmorfogenyang banyak ditemukan
berperan pada banyak organ epitelial, nampaknya juga berperan pada
pembentukan saluran empeduoleh sel punca hepatik.[10]Setelah itu sel
oval akan terdiferensiasi menjadihepatosit duktular. Hepatosit
duktular dianggap merupakan sel transisi yang terkait antara lain
dengan:[11]*.metaplasiaduktular
darihepatositparenkimalmenjadiepiteliumbiliari intra-hepatik*.konversi
metaplasia dari epitelium duktular menjadi hepatosit
parenkimal*.diferensiasi darisel puncadari silsilah
hepatosittergantung pada jenis gangguan yang menyerang hati.Pada
modeltikusdengan 70% hepatektomi, dan induksi regenerasi hepatik
denganasetilaminofluorena-2, ditemukan bahwasel puncayang berasal
darisumsum tulang belakangdapat terdiferensiasi
menjadihepatosit,[12][13]dengan
mediasihormonG-CSFsebagaikemokinadanmitogen.[14]Regenerasi juga dapat
dipicu dengan D-galaktosamina.[15]Sel imunologisHati juga berperan
dalamsistem kekebalandengan banyaknya sel imunologis padasistem
retikuendotelialyang berfungsi sebagaitapisantigenyang terbawa ke hati
melaluisistem portal hati. Perpindahan faseinfeksidari fase primer
menjadi fase akut, ditandai oleh hati dengan menurunkan sekresi
albumin dan menaikkan sekresifibrinogen. Fasa akut yang berkepanjangan
akan berakibat padasimtomahipoalbuminemiadanhiperfibrinogenemia.[16]Pada
saat hati cedera,sel darah putihakan distimulasi untuk bermigrasi
menuju hati dan bersama dengan sel Kupffer mensekresisitokinayang
membuat modulasi perilaku sel Ito.[17]Sel TH1memproduksi sitokina yang
meningkatkan respon kekebalan selular sepertiIFN-gamma,TNF, dan
IL-2.Sel TH2sebaliknnya akan memproduksi sitokina yang meningkatkan
respon kekebalan humoral sepertiIL-4,IL-5,IL-6,IL-13dan meningkatkan
responfibrosis. Sitokina yang disekresi oleh sel TH1 akan menghambat
diferensiasisel Tmenjadi sel TH2, sebaliknya sitokina sekresi TH2 akan
menghambat proliferasi sel TH1. Oleh sebab itu respon kekebalan sering
dikatakan terpolarisasi ke respon kekebalan selular atau humoral,
namun belumpernah keduanya.Fungsi hati

wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Why Gold has Remained so Important for Over 6000 Years, Science Edition

Good as Gold, The Gold Standard, Go for Gold, Heart of Gold, Worth its Weight in Gold, Information Gold Mine... The list goes on and on....